Sabtu, 27 Agustus 2011

bisnis tipat cantok

''Tipat Cantok'', Kuliner Populer di Kalangan ABG

Denpasar (BisnisBali) – Tipat cantok adalah penganan khas Bali . Kini makanan tersebut populer, khususnya di kalangan anak baru gede (ABG). Betapa tidak isian menu komplit dengan harga jual yang terjangkau, membuat kalangan ABG ini memilih tipat cantok sebagai pilihan utama saat melewatkan momen makan siang bersama.

‘'Selama ini kalangan anak sekolah, dominan yang datang kemari. Biasanya pilihan mereka (konsumen) tertuju pada sajian tipat cantok dan rujak ,” tutur Puspa Dewi, pebisnis kuliner tradisional di Denpasar, Kamis (28/1) lalu.

Lebih lanjut, terangnya, meski banyak sajian kuliner tradisional daerah lain rambah Bali dan juga kuliner dari negara lain yang ditawarkan kalangan hotel dan restoran, namun kondisi tersebut tidak banyak berpengaruh pada menurunnya sajian kuliner khas Bali di masyarakat lokal. Sebut saja tipat cantok , menurutnya, penganan ini justru peminatnya kian bertambah. Bahkan, konsumennya malah ada yang bukan asli Bali .

Jelas Puspa, buka dari pukul 9.00 Wita hingga malam rata-rata transaksi tipat cantok ini bisa mencapai 80 porsi per hari. Tetap populernya sajian tipat cantok , katanya, disebabkan cita rasa sajian ini sesuai dengan permintaan pasar yang menonjolkan rasa gurih dan manis, di mana cita rasa tersebut juga disukai kalangan masyarakat dari luar daerah yang tinggal menetap di Bali .

Lanjutnya, isian tipat cantok sendiri merupakan campuran sayur-sayuran yang direbus dan dicampur jadi satu. Kemudian ditambah dengan bumbu atau saus dari kacang tanah yang dihaluskan disertai irisan telur dan di atasnya ditaburkan bawang goreng maupun sedikit kerupuk. Selain itu, tambahnya, tipat cantok biasanya dimakan bersama dengan lontong sebegai pelengkap yang utama.

‘'Cukup komplit memang, sebagai pilihan menu untuk makan siang. Selain itu, tipat cantok jadi hidangan yang murah meriah karena harganya cuma Rp 5.000 per porsi,” ujarnya.

Putu Wira, pebisnis sejenis lainnya juga mengungkapkan hal sama. Kata dia, kepopuleran tipat cantok sekaligus juga menjadi peluang bisnis untuk dilakoni. Tidak heran, karena alasan itu juga sejumlah kalangan restoran maupun hotel sengaja menyajikan sajian tipat cantok ini sebagai salah satu pilihan yang ditawarkan ke konsumen saat ini.

‘'Terpenting pemilihan dan penggunaan sayuran yang segar, dan dengan kondisi yang baik selalu diperhatikan, sehingga potensi pasar yang ada ini tetap terjaga dengan baik,” tandasnya. *man







PENGANAN - Tipat cantok jadi penganan favorit di kalangan ABG.



Analisa Ekonominya Usaha Tipat Cantok:



Asumsi

1. Masa pakai gerobak 3 tahun

2. Masa pakai perlatan masak, meja, dan kursi 2 tahun

3. Masa pakai perlatan makan, cobek, dan ulekan 1 tahun

a.Biaya investasi

Gerobak Rp. 2.000.000

Peralatan masak Rp. 500.000

Peralatan makan Rp. 150.000

Meja dan kursi Rp. 350.000

Cobek dan ulekan Rp. 100.000

Total investasi Rp. 3.100.000

b. Biaya operasional per bulan

1. Biaya tetap

Penyusutan gerobak 1/36 x Rp.2.000.000 Rp. 55.600

Penyusutan peralatan masak 1/24 x Rp. 500.000 Rp. 20.800

Penyusutan peralatn makan 1/12 x Rp. 150.000 Rp. 12.500

Penyusutan meja dan kursi 1/24 x Rp. 350.000 Rp. 14.600

Penyusutan cobek dan ulekan 1/12 x Rp.100.000 Rp. 8.300

Upah karyawan 1 orang Rp. 750.000

Total biaya tetap Rp. 861.800

2. Biaya variabel

Sayuran, tahu tempe (Rp.150.000/hari x 30 hari) Rp. 4.500.000

Kacang tanah (5 kg x Rp.12.000/kg x 30 hari) Rp. 1.800.000

Bumbu (cabai, terasi, dan guma merah)

Rp. 20.000/hari x 30 hari) Rp. 600.000

Cuka (Rp.8.000/minggu x 4 minggu) Rp. 32.000

Lontong (Rp.50.000 x 30 hari) Rp. 1.500.000

Kertas dan plastic (Rp.10.000/hari x 30 hari) Rp. 300.000

Air mineral Rp. 20.000/minggu x 4 minggu) Rp. 80.000

Transportasi (Rp.5.000/hari x 30 hari) Rp. 150.000

Gas isi 3 kg (1 tabung x Rp.13.000/tbng x 30 hr) Rp. 390.000

Total biaya variable Rp. 8.812.000

Total biaya operasional Rp. 9.673.800

c. Penerimaan per bulan

Gado-gado Rp.5.000/porsi x 80 porsi x 30 hari Rp. 12.000.000

d. Keuntungan per bulan

Keuntungan = Total penerimaan-total biaya operasional

= Rp. 12.000.000-Rp. 9.673.800 = Rp. 2.326.200 e. Revenue Cost Ratio (R/C)

R/C = Total penerimaan:Total biaya operasional

= Rp.12.000.000 : Rp.9.673.800 = 1,24

f. Pay Back Period

Pay back period = (Total biaya investasi:keuntungan x 1 bulan)

= (Rp. 3.100.000 : Rp. 2.326.200) x 1 bulan= 1,33 bulan.* berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar